Rabu, 13 Maret 2013

MENATAP LANGIT JAKARTA

Pagi itu, aku pun akhirnya tiba di Jakarta, setelah menempuh perjalanan darat dengan mobil travel sekitar 18 jam. Agak lama memang, dikarenakan harus menjemput penumpang lainnya ke rumah masing-masing. Ah..yang penting murah, dapat makan, diantar sampai tempat. Selain murah, hitung-hitung menikmati perjalanan ke daerah-daerah pelosok untuk menjemput penumpang dan subhanallah pemandangan alamnya luar biasa.
Setelah tiba di kost baru, aku letakkan barang bawaanku dari kampung yang memang hanya beberapa pakaian ganti. Alhamdulilah susasana kost cukup nyaman dan tenang. Di depan kost,pohon-pohon begitu rimbun, menjadikan suasana menjadi sejuk dan segar diantara hiruk pikuk kota Jakarta yang panas dan macet. Dari serambi lantai dua kost, tepat di depan kamarku, sesekali ku arahkan pandangan mataku ke atas langit kota Jakarta. Subhanallah, walaupun sedikit mendung, aku pun tetap menikmatinya. Hamparan langit yang luas, yang memberikan inspirasi bagiku akan kebebasan, kemerdekaan dan sebuah ke optimisan. Ku tatap langit Jakarta pagi itu,..ah..ternyata tetap sama dan tak jauh beda ketika ku tatap langit di kampungku. Walaupun dipenuhi oleh gedung –gedung tinggi yang menjulang, aku masih dapat menatap langit Jakarta dengan jelas. Gedung-gedung tinggi di Ibu Kota ini, tak mampu mengalahkan tinggi dan luasnya langit ciptaan-Nya. Manusia tak lebih hanya sebagai titik kecil diantara luasnya alam semesta ini.
######
Sahabat, sejenak ku berpikir, ketika ku tatap langit di kampungku dan di jakarta ternyata memiliki sebuah kesimpulan yang sama. Kita, manusia yang dibawah langit ini tak ubahnya seorang makhluk kecil dibandingkan dengan luasnya alam semesta ini. Ah..betapa tidak pantasnya diri kita untuk menyombongkan diri, menyombongkan status kita sebagai orang kota atau desa, menyombongkan kedudukan kita, menyombongkan pangkat dan jabatan kita, menyombongkan harta kekayaan kita, sungguh diri ini merasa tak pantas. Lihatlah, betapapun tingginya jabatan seseorang, betapapun dia duduk di gedung –gedung tinggi yang menjulang, dia hanyalah seorang makhluk kecil yang tak mampu menandingi tinggi dan luasnya langit ini, apalagi dibandingkan dengan Sang Pencipta Langit, kita bukan apa-apa. Begitu banyak orang yang sombong, padahal dia berasal dari air yang hina, pergi kemana-mana membawa kotoran, akan tetapi dia merasa tinggi dengan menghujat dan meremehkan orang lain. Status orang kota,atau orang desa, ataupun seorang pegawai, pejabat atau buruh tidak menjamin ketinggian derajat kita di mata Tuhan. Ketaqwaan,dan perbuatan kitalah yang membedakan. Selama kita masih hidup di bawah langit dan masih menghirup bebas udara pemberian-Nya maka kita sama,yang membedakan adalah derajat ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Tak sepantasnya kita meremehkan dan merendahkan atau menghina orang lain. Tak sepantasnya kita menyombongkan dirikita.
Sahabat..sesekali, luangkanlah waktumu untuk menatap langit, di manapun kita berada, semoga senantiasa mengingatkan kita sebagai makhluk Tuhan yang tak pantas untuk menyombongkan diri dan selalu ingat dengan siapa yang menciptakan kita semua.(top)
Read more »

KARENA ALLAH MAHA TAHU

Sahabat, begitu banyak hal-hal yang menimpa kita ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin sahabat semua pernah mengalaminya, usaha dan ikhtiar pun telah kita maksimalkan, tapi apa daya hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan.
Sahabat , boleh jadi kita akan kecewa, menyesali diri, atau bahkan lebih ekstrem lagi ada yang sampai berprasangka buruk atas ketentuan Allah pada kita, ungkapan-ungkapan kekecewaan, keluhan sering kali meluncur dari lisan-lisan kita, kita beranggapan bahwa Allah tidak Adil, Allah tidak menyayangi kita karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Sahabat, semoga kita semua terhindar dari sikap yang demikian. Sadarkah bahwa Allah lebih mengetahui skenario yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Yang skenario itu mungkin tidak akan bisa dijangkau oleh akal pikiran kita, kita baru tersadar ketika hari telah berganti, waktu telah berlalu, ternyata hal yang terjadi pada kita mengandung berbagai hikmah yang luar biasa, ternyata kita baru sadar bahwa itulah yang terbaik bagi kita.
Sahabat, sekali lagi Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, akal manusia sangatlah terbatas, tidak mampu mengungkap seluruh hikmah dari ketentuan Allah, boleh jadi apa yang kita inginkan, apa yang kita cintai, apa yang kita sukai ternyata itu buruk bagi kita, begitu juga sebaliknya. Sebagaimana firman Allah “…Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatau padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatau padahal ia amat buruk bagimu,Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqarah :216).
Sahabat, kita memang punya rencana, Allah pun punya rencana untuk kita, rencana yang terbaik buat kita, walaupun mungkin kita menganggapnya itu sebuah musibah ataupun hal yang tidak kita sukai, tetapi sekali lagi, akal manusia, nalar kita sering dihadapakan akan keterbatasan-keterbatasan yang tidak mampu mengungkap hikmah dibalik itu semua.
Wahai sahabat, kita harus senantiasa siap menghadapi itu semua, mengkondisikan diri kita terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di luar perkiraan dan harapan kita. Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar, berdoa, lalu bertawakal kepada Allah, hasil Allah lah yang menentukan.
Boleh jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan sekarang tetapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan, Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-hamba-Nya. Sahabat..itulah yang harus kita yakini bahwa semua yang terjadi adalah ketentuan terbaik dari Allah sehingga apapun yang terjadi hati kita senantiasa Ridho dan ikhlas serta lapang dada atas ketentuan Allah.
Sahabat , memang medan berbicara tak semudah medan berkhayal, medan berbuat tak semudah medan berbicara, akan tetapi sahabat marilah senantiasa kita berupaya dengan sungguh-sungguh agar kita senantiasa ridho dan ikhlas serta lapang dada atas segala ketentuan Allah kepada kita, sehingga kita terhindar dari prasangka-parasangka buruk terhadap Allah, yang itu merupakan sebuah perbuatan dosa yang akan mengotori jiwa-jiwa kita
Sahabat, apapun yang terjadi semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah untuk Ridho dan Ikhlas menerima ketentuan-Nya, karena Sesungguhnya Allah Lebih tahu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.(top)
Wallahua’lam bi showab.
Read more »

SENYUMMU KEKUATANMU


Sahabat..ketika kepasrahan jiwa kita telah mencapai titik nadzir, keyakinan akan pertolongan Allah yang telah bulat, keyakinan yang mantap bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, maka tersenyumlah, lapangkanlah dada-dada kita.
Sesungguhnya senyuman akan sangat bermanfaat bagi kita, senyuman yang muncul karena kepasrahan, ketundukan dan keyakinan yang mantap akan pertolongan dari Allah akan membantu kita untuk menikmati hidup ini.
Sungguh dahsyat nya efek dari senyuman itu, senyum tanda ketentraman jiwa, senyum tanda optimisme, senyum tanda kebahagiaan. Apa gunanya kita bermuram durja, apa gunanya kita cemberut, bermuka masam sambil terus menerus menyesali, meratapi ujian atau cobaan yang menghampiri kita,, bukankah dengan seperti itu akan malah menguras tenaga kita, pikiran kita, jiwa-jiwa kita menjadi galau, pikiran kita menjadi kacau dan cuma lelah, lelah dan lelah yang kita dapat. Alangkah ruginya kita ketika kita terlalu mendramatisir kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan yang sebenarnya hanya ringan menjadi berat dan menghimpit karena kita terlalu mendramatisirnya, energi kita terkuras untuk mengangkat beban yang sebenarnya ringan
Alangkah indahnya ketika kita mampu menghadapi segala kesulitan dan cobaan itu dengan tersenyum, karena jiwa –jiwa seseorang yang murah senyum akan memacu diri kita untuk dapat menikmati kesulitan, akan mampu mendorong otak kita berpikir jernih untuk menyelesaikan permasalahan. Senyuman akan mampu menjaga stock energy positif kita agar tidak habis terkuras untuk menghadapi permasalahan, karena sesungguhnya ujian dan cobaan itu adalah sebuah keniscayaan. Sahabat..simpanlah energy yang tersisa itu, hematlah dia agar kita mampu bertahan dalam menjalani perjalanan-perjalanan hidup kita.
Sahabat, tersenyumlah karena orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi orang yang paling mampu berbuat, orang yang sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Sahabat tebarkanlah juga senyummu untuk saudaramu, karena senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Berikanlah sebuah senyum yang penuh ketulusan, senyum yang benar-benar timbul dari hati kita. Seberat apapun permasalahan yang kita hadapi, maka tetaplah tersenyum, tetaplah tebarkan senyummu karena senyummu itu adalah obat dari kesedihanmu. Sebagaimana perkataan abu darda bahwa sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan diriku. Tertawalah dan tersenyumlah dengan wajar, dengan ketulusan, bukan tertawa dan tersenyum tanda kesinisan. Tertawa dan tersenyumlah sesuai kewajaran dan jangan berlebihan karena terlalu banyak tertawa juga akan mematikan hati.
Sahabat…yakinlah bahwa kemudahan itu pasti akan datang, tersenyumlah karena itu adalah tanda keceriaaan, ujung rasa suka cita serta kegembiraan. Tersenyumlah, karena senyummu adalah kekuatanmu, dan tersenyumlah karena harapan itu masih ada.(top)
Wallahua’lam bi showab
Read more »

BERSAMA KESULITAN ADA KEMUDAHAN

Wahai sahabat, pernahkah anda merasakan sebuah keadaan dimana berbagai cobaan datang silih berganti, berbagai musibah datang menerpa, berbagai kesulitan hidup menghimpit jiwa dan menyesakkan dada–dada kita. Pernahkah anda merasakan sebuah keadaan, dimana berbagai upaya, berbagai sarana telah kita tempuh, berbagai ikhtiar dan doa telah kita jalankan, akan tetapi permasalahan itu tak kunjung selesai, hanya tinggal kepasrahan atas kehendak Allah, yang menyelimuti pikiran kita, pernahkah kita mengalaminya?
Itulah dinamika hidup yang sering kita lalui dan kita jalani, roda-roda kehidupan pun akan terus berputar, keadaan akan selalu berubah, kadang diatas, kadang dibawah, begitu juga setiap orang pasti mengalami hal tersebut. Seperti sebuah sunnatullah, setelah lapar ada kenyang setelah haus ada kepuasan, setiap kegelapan akan terang benderang dan setiap kesulitan ada kemudahan. Wahai sahabat, janganlah bersedih, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sebagaimana firman Allah ;”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ,sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan’(QS. Al-Insyirah:5-6). Rasulullah SAW pun pernah mengalami berbagai cobaan dalam hidupnya, penganiayaan, cacian, pemboikotan pun pernah beliau rasakan, tapi sungguh luar biasa ketabahan beliau dan keoptimisan beliau dalam menyikapi hal itu semua. Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan dalam buku Riwayat Turunnya ayat-ayat suci Al-qur’an berkata, ketika ayat 5-6 surat al-insyirah turun, Rasulullah SAW bersabda; “Bergembiralah kalian semua, karena akan datang bagi kalian kemudahan, kesukaran tidak akan mengalahkan dua kemudahan”. Jadi sahabat, sebagai seorang mukmin kita harus meyakini bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, ayat diatas memberikan pelajaran bagi kita untuk tidak berputus asa, yakinlah apabila himpitan dan kesulitan itu telah mencapai puncaknya, maka insyaallah ia akan berakhir dan terlampaui dengan hadirnya kemudahan dan kelapangan. Wahai sahabat, setiap anda melihat hamparan gurun sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan, dibalik itu ada oase-oase yang menyegarkan. Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian. Sahabat, selalu berprasangka baiklah atas ketentuan Allah terhadap diri kita, karena itulah yang terbaik, janganlah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun akan datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Wahai sahabat, yakinlah bahwa dengan ijin Allah bersama kesulitan itu akan muncul kemudahan.Wallahua’lam bi showab.(top)
Read more »

DOA ADALAH SENJATA KITA

Sahabat, kepada siapakah kita memohon bantuan ketika tertimpa musibah? kepada siapakah kita menggantungkan segala urusan hidup kita? kepada siapakah kita mengadu atas segala lelah, atas segala kegundahan dan kegelisahan yang kita hadapi? siapakah yang layak menjadi tempat bergantung, memohon, meminta dan meratap dari semua makhluk? siapakah yang menjadi tempat tumpuan, siapakah yang menjadi gantungan hati, dan selalu diucapkan oleh lidah manusia? jawabannya adalah hanya Allah yang tiada ilah selain Dia.

Wahai sahabat, berdoalah kepada Allah…kerena doa adalah senjata kita, kerena doa adalah benteng kita dari tipu daya syaithon. Berdoalah kepada Allah baik dikala lapang maupun sempit dalam keadaan mudah maupun sulit. Berdoalah kepada-Nya dengan penuh kepasrahan, dengan penuh ketundukan, menangislah…berharaplah…bertobatlah. Berdoalah kepada Nya dengan penuh kemantapan dan keyakinan,Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita.
Yakinlah ketika kita berdoa, saat itulah keluasan akan anugerah –Nya akan datang, pertolongan dari-Nya akan segera datang, bantuan akan segara nampak serta kemenangan akan segera hadir dalam kehidupan kita.
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ?Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya?” ( QS an-Naml :62)
Dengan doa, Allah akan menolong orang yang tertimpa kesulitan, menolong orang yang didhzalimi, memberi petunjuk kepada orang yang sesat, menyembuhkan orang yang sakit, dan meringankan beban orang yang mendapat cobaan.
Disebabkan oleh doa, Nabi Nuh bersama orang-orang yang beriman bersamanya diselamatkan oleh Allah dan orang-orang kafir ditenggelamkan. Disebabkan oleh doa pula Nabi Yunus selamat dari perut ikan paus, setelah tiga malam berada dalam kegelapannya. Disebabkan oleh doa, kesulitan yang menimpa Nabi Ayyub diangkat oleh Allah, disebabkan oleh doa, Nabi Musa diselamatkan oleh Allah dari Fir’aun dan kaumnya.
Sahabat…doa kita kepada Rabb terhitung sebagai wujud lain dari ibadah. Juga sebagai bukti ketaatan besar yang akan mendatangkan suatau pemberian lebih dari apa yang Anda minta. Seorang hamba yang menemukan nilai indah sebuah doa akan merasa puas, tidak akan bersedih berduka maupun gelisah.
Sahabat..ketika semua harapan kita sudah putus, sudah buntu jangan bingung dan gelisah. Ingatlah Rabb tempat bergantungnya segala sesuatu. Berdoalah kepada-Nya, hilangkan kesombongan kita, mintalah, memohonlah kepada-Nya. Ketika pintu manusia tertutup untuk kita, pintu Allah masih selalu terbuka untuk kita. Allah Maha Dekat, Allah Maha Mendengar, dan Allah Maha Mengabulkan.
Sahabat..kita sebagai hamba yang lemah membutuhkan pertolongan dari Rabb yang Maha Kuat.Kita selalu diperintahkan berdoa kepada-Nya.”Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Qs.al-Mu’min :60)..
Ketika kita tertimpa bencana, terhimpit akan kesulitan hidup, dilanda musibah maka getarkanlah selalu hati kita untuk mengingat-Nya. Basahi lisan kita dengan dzikir dan doa-doa kita. Janganlah malu untuk meminta kepada-Nya, angkatlah telapak tangan kita, pujilah Allah atas segala limpahan karunia yang diberikan kepada kita, bersholawatlah kepada Rasulullah semoga dengan syafaatnya kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat, ungkapkanlah asa-asa kita kepada Allah dengan penuh harap, sampaikan semua permintaan kepada-Nya, hadirkan hati kita, akhiri dengan pujian kepada Allah, dan semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Berbaik sangkalah kepada Robb kita, tunggulah belas kasih-Nya, tetaplah ketuk pintu kasih-Nya, bersabarlah sampai keputusan Allah datang kepada kita. Yakinlah bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik bagi kita,karena Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan.
Sahabat…berdoalah..karena doa adalah senjata ampuh kita, semoga kita diberikan kemudahan untuk ingat dan senantiasa berdoa kepada-Nya baik dikala lapang maupun sempit.Amin.(top)
Wallahua’lam bi showab.
Read more »

 

Asyiknya Menjadi Ayah

SPIRIT OF LIFE

SETETES EMBUN KEHIDUPAN

Catatanku

SEKILAS INFO