Kamis, 23 Mei 2013

KEBO NYUSU GOGLE


Saya teringat peribahasa jawa yang berbunyi Kebo Nyusu Gudel, yang artinya kurang lebih adalah bahwasanya dalam belajar atau mencari ilmu seseorang yang lebih tua pun harus mau belajar atau berguru kepada orang yang lebih muda bahkan anak kecil sekalipun kalau memang orang yang lebih muda atau anak kecil tadi yang mempunyai ilmu. Begitu juga dengan kita para calon ayah, kita harus sudah mempersiapkan mental dan pengetahuan sejak dini untuk menjadi seorang ayah.
Saya yakin, pengalaman adalah guru yang terbaik, pengalaman-pengalaman dari seseorang atau ahli yang tertuang dalam sebuah buku adalah salah satu sumber pengetahuan yang baik. Maklum, seseorang calon ayah baru seperti saya, tentunya masih minim akan ilmu parenting, seluk beluk ibu hamil, pasca melahirkan, ASI, kesehatan bayi, perawatan bayi atau segala sesuatu yang berhubungan dengan itu. Alhamdulillah, beberapa teman memberikan buku-buku parenting sebagai kado pernikahan kami, dan itu pun sampai sekarang belum habis untuk di baca. Kadang sebagian ayah sudah memiliki pengetahuan akan bagaimana dia harus mendidik anaknya, akan tetapi terkadang kita lupa mempelajari tentang proses menuju kelahiran anak, tentang kehamilan istri, tentang makanan yang baik untuk ibu hamil, kondisi-kondisi yang biasa dialami ibu hamil, pasca melahirkan, bahkan sampai tentang ASI dan seluk beluknya. Kita beranggapan bahwa hal-hal itu hanya domain dari istri kita saja. Padahal kenyataannya tidak demikian, seorang suami juga harus memiliki berbagai pengetahuan terkait hal tersebut dikarenakan kita adalah support system isteri kita.
Kita mungkin akan khawatir, tidak tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata muncul flek di awal kehamilan, atau menganggapnya biasa, cenderung cuek. Jika kita sudah mempunyai pengetahuan tentunya kita bisa bersikap dan bertindak membantu istri kita ketika mengalami masa-masa morning sickness, atau mengalami pendarahan atau hal-hal yang terkait dengan kehamilan. Mungkin kita juga akan biasa saja dan cuek jika anak kita diberi Susu Formula, atau menganggapnya sama saja dengan ASI, padahal ketika istri kita berniat memberikan asi eksklusif, benteng terakhir nya adalah sang suami. Atau kita mengalami kebingungan tentang kontroversi imunisasi, ada yang membolehkan ada yang mengharamkan. Tentunya semua itu harus dilandasi ilmu dan pengetahuan, sehingga kita tidak menjadi generasi yang hanya ikut-ikutan. Oleh karena itu, kewajiban kita sebagai suami adalah ikut belajar terkait semua hal yang berkaitan dengan kehamilan istri dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.
Di jaman sekarang ini, tidaklah susah untuk mencari informasi terkait itu  semua. Be A Google Man,begitulah nasehat dari seorang ayah. Kita sebagai suami tak perlu malu membuka situs-situs parenting, situs-situs tentang kehamilan, menyusui, atau sekedar survey harga kebutuhan bayi kita. Kelak, hal ini sangat membantu dan berguna ketika anak kita lahir. Pengetahuan suami akan hal ini akan sangat membantu tugas istri, ketika istri kita sibuk tentunya mereka akan sedikit berkurang waktunya untuk membaca atau memperoleh informasi, karena dia sudah berkutat dengan si buah hati. Di saat ini tugas kita sebagai suami untuk mensuport istri kita, mengingatkan, memotivasi dan memberikan informasi yang belum diketahui isteri kita.
So, tidak perlu malu untuk belajar, kepada anak yang berusia lebih muda jika dia memiliki ilmu dan tidak perlu malu ketika kita di sela-sela kesibukan kita kita menyempatkan belajar dengan membuka situs-situs tentang kehamilan,forum anak dan bunda,ataupun forum-forum sejenis lainyya. Tidak perlu malu ketika kita menyempatkan untuk membuka situs babyshop untuk sekedar survey harga kebutuhan anak kita. Maka benarlah peribahasa Kebo Nyusu Gogle.(top)





0 komentar:

Posting Komentar

 

Asyiknya Menjadi Ayah

SPIRIT OF LIFE

SETETES EMBUN KEHIDUPAN

Catatanku

SEKILAS INFO