Rabu, 22 Mei 2013

NGIDAM?




Di awal-awal kehamilan, saya dan istri saya masih terpisahkan jarak antara Jakarta dan Jepara. Saya hanya bisa minta tolong kepada dua rekan kerja istri saya dan bapak ibu kost tempat mereka tinggal untuk menjaga istri saya. Sangat tidak menyenangkan bagi seorang suami yang tidak bisa mendampingi istrinya di awal-awal kehamilannya. Pada saat ini istri membutuhkan dukungan dari orang sekitarnya. Kebanyakan ibu hamil mengalami gejala mual-mual, pusing dan muntah terutama di usia kehamilan 1,5-4 bulan. Dalam salah satu penelitian, bahkan disebutkan bahwa 50-70% wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah. Meminjam istilah orang jawa, bahwa hal yang dialami ibu hamil ini sering disebut dengan ngidam. Sebagian wanita hamil merasakannya sepanjang hari, ada juga yang hanya timbul ketika sore hari, sebagian lagi merasakan gejala ngidam ini jika pada malam harinya kurang tidur. Namun sebagian besar gejala ngidam biasanya timbul di pagi hari, oleh sebab itulah ia dikenal juga dengan istilah ‘morning sickness‘.
Hal ini juga dialami oleh istri saya, pusing, mual-mual, tidak selera makan sehingga dia kekurangan tenaga. Sering dia bercerita, ketika di kantor dia sering istirahat di mushola karena saking lemasnya. Bahkan jika dia merasa tidak kuat, dia pulang ke kost untuk istirahat. Beruntung istri saya di bantu teman kerjanya serta ibu/bapak kost. Alhamdulillah ibu kost pun pengertian, beliau kadang memasakkan sesuatu untuk istri saya, atau bahkan membelikan bubur untuknya. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, bahwa istri saya dikelilingi oleh orang-orang baik dan suka menolong.
Ketika weekend tiba, seperti biasa saya bersiap siap pulang ke Jepara. Sebelumnya saya harus mencari oleh-oleh pesananya. Waktu itu istri saya minta untuk dicarikan permen Jahe , jahe wangi, dan coklat Beng-Beng. Ku sempatkan mampir di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, beberpa bungkus permen jahe dan beberapa kardus beng-beng telah kudapat. Saatnya pulang ke Jepara dengan naik bus langganan.
Alhamdulillah, jahe wangi dan permen jahe mampu mengurangi rasa mual yang dialaminya. Sedangkan coklat beng-beng mampu memberikaan sedikit energy untuknya, karena saat itu dia susah makan. Banyak saran dari teman untuk membelikannya es krim, memang katanya es krim di sarankan untuk menambah asupan energy ke ibu hamil. Saya pun membelikannya. Istri saya juga penginnya buah yang segar, Alhamdulillah di dekat kost nya di jepara ada yang jual rujak.
Beberapa dokter menjelaskan bahwa ini adalah normal, perubahan hormonal di duga menjadi penyebab wanita mengalami nyidam. Wanita hamil akan menjadi lebih sensitif secara emosiaonal maupun sensitive terhadap makanan. Sebagai suami kita harus lebih sabar dalam menghadapinya.
Pernah di saat sebelum balik ke Jakarta, istri saya singgah di Semarang dahulu di rumah orang tuanya. Saat itu hujan deras, istri saya minta nasi goreng tapi harus nasi goreng yang biasa berkeliling melewati perumahan tempat mertua saya. Alhamdulillah ibu punya no hapenya, dihubungilah penjual nasi goreng itu, dan ternyata dia tidak jualan. Akhirnya Bapak Mertua saya yang memasakkan nasi goreng untuk putrinya. Pernah juga ketika di Jakarta, istri saya minta dibelikan kue ape. Kue ape atau serabi Jakarta merupakan jajanan khas dari Jakarta, bentuknya menyerupai pancake. Alhamdulillah di ketika berangkat ke kantor saya menemukan penjual kue ape dipinggir jalan.
Banyak mitos yang beredar di masyarakat Jawa, kalau istri ngidam tidak dituruti anaknya akan ngeces, padahal kenyataannya tidak demikian. Tetapi sebagai suami, ketika permintaan istri masih dalam tahapan wajar, tidak ada salahnya kalau diturutin. Pada masa ini memang kondisi istri lagi lemah, mungkin sering mual,kram,cepat capek, makanya perhatian dari suami sangat dibutuhkan, dan di beberapa kasus memang inilah cara ampuh untuk memperoleh perhatian suami.
Yang jelas, ngidam terkait juga dengan kondisi emosional atau psikis dari istri kita. Mereka menginginkan kita untuk memperhatikan mereka, sebagai suami kita harus peka terhadap kondisi istri kita. Jika ngidamnya wajar, tidak melanggar aturan agama, maka turutilah, karena dia adalah calon ibu dari anak kita!. (top)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Asyiknya Menjadi Ayah

SPIRIT OF LIFE

SETETES EMBUN KEHIDUPAN

Catatanku

SEKILAS INFO